Minggu, 24 Agustus 2014

Berita sastra di mna-mana

Pengisi Antologi Lumbung Puisi sastrawan Indonesia Jilid II
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 1 hari yang lalu
Pengumuman Dengan mengetengahkan pertimbangan -perimbangan: 1. Batas Deadline 2. Ketentuan Lumbung Puisi 3. Lumbung Puisi bukan merupakan lomba maka : Tambahan pengiriman puisi yang masuk sebelum batas deadlin telah diseleksi kembali sehingga memperoleh keputusan akhir sebagai berikut : Puisi Masuk dalam Antologi sbb: 001. Abdul Wahid (Karanganyar) 002.Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru) 003.Alra Ramadhan (Kulonprogo) 004.Alya Salaisha-Sinta (Cikarang Kab. Bekasi)) 005. Aloeth Pathi (Pati) 006. Anita Riyani (Tanah Bumbu, Kalsel) 007.Andrian Eksa (Boyolali) 008 .Anung Ageng Prihantoko (Cilacap)... lainnya »
Pengumuman hasil seleksi tim penyeleksi antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 1 hari yang lalu
Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II 2014 Puisi-Puisi Terseleksi untuk Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II 01. Bambang Widiatmoko BOULEVARD 02. Gampang Prawoto Pelabuhan Jiwa 03 Roni Nugraha Syafroni KEBINGUNGAN 04. En Kurliadi Nf GUBUK KAMI : kapung ragang 05. SRI WINTALA ACHMAD PAYAU SUTAU MALAM Pro: Kawan Lama 06 Refa Kris Dwi Samanta POWER RANGERS 07 Abdul Wahid Pesona Kilauan Mawar Putih 08. Aulia Nur Inayah Kenangan 09. Esti Ismawati. SELAMAT PAGI KAMPUNGKU 10. Hidayatul Hasanah Rumah Mungil 13. Dhito Nur Ahmad Hari Setelah Gerimis 14.Julia Hartini Mengayuh Wak... lainnya »
20 Puisi Terbaik untuk Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia Jilid II
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 1 hari yang lalu
Imam Eka Puji Al-Ghazali Keterasingan Kami mulai resah menghitung angka dari jarak kedatangan dan kepulangan. Secepat apa saja yang ada di benak kami itulah yang kami buru dengan gerak dan do’ado’a. Jalan yang mana lagi yang akan kami rangkaki_ mengurai segala asing dan kepenatan. Kami linglung dari mana kami datang, kenapa kami seperti tak mengenal lagi araharah tanah kelahiran. Sebab terdesak_sesak, oleh tanya dan huru-hara konsep hidup untuk besok, dan lusa, yang terus membahana menyelimuti kuping, hidung, mulut, dan usus. Kamilah delapan orang pemuda, yang tertatih, _berupay... lainnya »
Sastra Zaman Majapahit Awal :
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 minggu yang lalu
Pada zaman Majapahit bidang sastra sangat berkembang. Hasil sastranya dapat dibagi menjadi zaman Majapahit Awal dan Majapahit Akhir. 1) Sastra Zaman Majapahit Awal : a) Kitab Negara Kertagama, karangan Empu Prapanca. Isinya tentang keadaan kota Majapahit, daerah-daerah jajahan dan perjalanan Hayam Wuruk mengelilingi daerah-daearah kekuasaannya. Selain itu, juga disebutkan adanya upacara Sradda untuk Gayatri, mengenai pemerintahan dan kehidupan keagamaan zaman Majapahait. Kitab ini sebenarnya lebih bernilai sebagai sumber sejarah budaya daripada sumber sejarah politik. Sebab, mengenai ... lainnya »
Rg Bagus Warsono Bicara
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 minggu yang lalu
Tokoh-tokoh penyair yang berhasil boleh patut ditiru dan dipelajari keberhasilannya, namun disarankan untuk tidak 'membebek' . Jika kalian 'membebek', maka selamanya hanya dalam 'barisan bebek'. Dan tak didengar walau teriak oleh penggembalanya. Yang diperhatikan oleh penggembala itu hanya telornya.
ROAD SHOW ‘PUISI MELAWAN KORUPSI’ 2014 DI PEKANBARU, RIAU – 15 Juli 2014
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 minggu yang lalu
Sambut Geliat sastra 2014 !!! HASIL RAPAT PERSIAPAN ROAD SHOW ‘PUISI MELAWAN KORUPSI’ 2014 DI PEKANBARU, RIAU – 15 Juli 2014 Peserta Rapat: Fakhrunnas MA Jabbar (Inisiator), Husnu Abadi, Murdock ‘Sastra Riau’, Muhammad Asqalani Eneste, Agus Sri Danardana (via Telepon) Keputusan Rapat: 1. Kegiatan Road Show PMK Riau di Pekanbaru akan digelar tanggal 11 (Kamis)- 14 (Minggu) September 2014 dalam rangkaian kegiatan Pekan Sastra Balai Bahasa Provinsi Riau. Peserta : 15 sastrawan luar Riau, 30 sastrawan Riau, 30 utusan Balai Bahasa, guru, mahasiswa dan pelajar SMA. 2. Tim Kerja PMK Riau (bers... lainnya »
Daftar Sastrawan Indonesia versi wikipedia banyak dipertanyakan akan fisik karya sastranya
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 minggu yang lalu
Penyair: Acep Syahril Acep Zamzam Noor Afrizal Malna Alan Hogeland Agam Wispi Agus R. Sarjono Ahmadun Yosi Herfanda Amir Hamzah Beni Setia Binhad Nurrohmat Chairil Anwar Cucuk Espe D. Zawawi Imron Djamil Suherman Dorothea Rosa Herliany Goenawan Mohammad H.B. Jassin Joebaar Ajoeb Joko Pinurbo Jose Rizal Manua Mawie Ananta Jonie Medy Loekito Muhammad Rois Rinaldi Mustofa Bisri Nana Riskhi Susanti Nirwan Dewanto Putu Oka Sukanta Remy Sylado W.S. Rendra Rivai Apin Sam Haidy Sapardi Djoko Damono Sitor Situmorang Sobron Aidit Subagio Sastrowardoyo Sutan Takdir Alisyahbana Sutardji Calzoum Bachri... lainnya »
DUNIA PENYAIR ITU
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 minggu yang lalu
Oleh Rg Bagus Warsono Seperti tumbuhan pohon dalam hutan Ada yang bermanfaat ada yang semak tak beguna Ada yang tinggi rimbun dan mengayomi sesama ada yang terpencil tumbuh di atas batu. Ada yang homogen dengan komunitasnya tersendiri ada yang unik dan langka Ada yang sudah tua berbuah lebat dan ada yang baru tunas dengan kelopak kembang Ada menjulang ada yang merambat mencari sandaran Ada dirambati tumbuhan lain ada yang menjadi benalu Ada yang beraroma khas ada yang berbau busuk bangkai Ada yang berbunga indah namun ada yang berduri Aku hanya tumbuhan ada di hutan penyair diantara hete... lainnya »
Sastrawan Indonesia versi Wikipedia
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 minggu yang lalu
Penyair: Acep Syahril Acep Zamzam Noor Afrizal Malna Alan Hogeland Agam Wispi Agus R. Sarjono Ahmadun Yosi Herfanda Amir Hamzah Beni Setia Binhad Nurrohmat Chairil Anwar Cucuk Espe D. Zawawi Imron Djamil Suherman Dorothea Rosa Herliany Goenawan Mohammad H.B. Jassin Joebaar Ajoeb Joko Pinurbo Jose Rizal Manua Mawie Ananta Jonie Medy Loekito Muhammad Rois Rinaldi Mustofa Bisri Nana Riskhi Susanti Nirwan Dewanto Putu Oka Sukanta Remy Sylado W.S. Rendra Rivai Apin Sam Haidy Sapardi Djoko Damono Sitor Situmorang Sobron Aidit Subagio Sastrowardoyo Sutan Takdir Alisyahbana Sutardji Calzoum Bachri ... lainnya »
Daftar Seniman Indonesia
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 minggu yang lalu
Pelawak[sunting | sunting sumber] Aom Kusman Ateng Benyamin Suaeb Bing Slamet Djalal Eddy Sud Iskak Iwel Wel S. Bagio Taufik Savalas Trubus Dono Kasino Indro Doyok Kadir Bolot Jojon Yati Pesek Tarzan Dorce Akri Eko Patrio Parto Sule Andre Taulany Azis Gagap Nunung Raditya Dika Olga Syahputra Raffi Ahmad Jessica Iskandar Oppie Kumis Arief Muhammad Melaney Ricardo Kartika Putri Gading Marten Bimantara Budiman Luna Maya Basuki Butet Kartaredjasa Narji Kiwil Komeng Adul Alit Susanto Yadi Sembako Pepeng Tora Sudiro Uya Kuya Tarno Andhika Pratama Pelukis[sunting | sunting sumber] A.D. Pirous Abdu... lainnya »
Mencermati puisi penyir Jambi Dimas Arika Mihardja
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 1 bulan yang lalu
Puisi 'Reformasi Mental ' karya Dimas Arika Mihardja seakan wujud sumbangsih penyair untuk negeri ini. Banyak orang berpendapat, puisi itu jujur, memang benar. Tetapi dibalik itu adalah cerminan hati sastrawan yang bersih. Penyair slalu menginginkan keindahan tidak hanya dalam karya-karyanya namun juga dalam kehidupan nyata ia menginginkan keindahan itu. Mungkin saja berpendapat puisi diperuntukan untuk hadiah seseorang, bingkisan moment tertentu, atau mencatat peristiwa sejarah. Seperi puisi 'Kerawang Bekasi' karya Chairil Anwar itu boleh jadi puisi dengan kandungan nilai sejarah b... lainnya »
fenomena alam pada puisi Risalah Api Elang Matahari Mas , karya Enka Arnasi.
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 1 bulan yang lalu

Fenomena alam adalah pertanda kehidupan atau sebaliknya kehidupan dimirip-miripkan dengan alam, bisa ditandai dengan peristiwa alam dan perilaku hewan dan tumbuhan, Seperti dalam bait ketiga penyair Jambi , Eka Arnasi, ini adalah gambaran fenomena itu....// "Elang bukan pengejar musim Bukan pemigrasi panjang Utara-Selatan Atau pengeram tahunan Searah bayangan elang pulang Matari tak pernah sepakat, sebab dilihatnya ufuk tak berujung Yang di depan mata cuma jarak : jarak yang fana itu, tak pernah abadi"//...Tak sedikit penyair mengemukakan fenomena alam tetapi tak sedikit pula yang gagal... lainnya »
Bagaimana diskusi sastra : Puisi ?
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu
“Puisi karya penyair masa kini untuk pemahaman remaja tentang korupsi” Objek : Buku Puisi Menolak Korupsi (PMK) Jilid I dan II Oleh : Rg Bagus Warsono Diskusi Sastra Judul : “Puisi karya penyair masa kini untuk pemahaman remaja tentang korupsi” Objek : Buku Puisi Menolak Korupsi (PMK) Jilid I dan II Oleh : Rg Bagus Warsono Batasan Diskusi : No Uraian Batasan 1 Objek Buku Puisi Menolak Korupsi Jilid I dan II 2 Sub Objek Sebuah puisi karya penyair PMK 3 Usia peserta Bebas 4 Pendidikan peserta Bebas 5 Waktu diskusi 2 Jam pukul 9.30 - 11.30 6 Tempat Indramayu 7 Peserta Diskusi 1…... lainnya »
PUISI MENOLAK KORUPSI (PMK) ANTOLOGI PUISI TERDASYAT
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu
PUISI MENOLAK KORUPSI (PMK) ANTOLOGI PUISI TERDASYAT oleh Rg Bagus Warsono Disampaikan dalam Road Show PMK di KKec. Sukra Indramayu 20 Juni 2014 Pemberantasan korupsi setengah hati Adalah Indonesia di 2013 ini. Sebuah negeri yang mendambakan bebas dari korup tetapi cita-cita itu digarap dengan setengah hati. Sejak masalah korupsi dimasukan dalam ketetapan MPR di awal reformasi, garapan pemerintah yang berkuasa sepenjang era ini sampai sekarang dapat diambil kesimpulan hanyalah dagelan dan suguhan tontonan yang klasik bagi bangsa ini. Karena hasil dari kerja pemerintah yang berkuasa dar... lainnya »
Jalan Tak Berumah karya Bambang Widiatmoko 2014
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu

Jalan Tak Berumah karya Bambang Widiatmoko 2014. Sebuah buku antologi di tahun 2014 ini di tengah hiruk-pikuknya suasana politik dimana tahun ini terdapat pemilu legeslatif dan presiden. Penyair ternyata komitment pada duinianya, namun bukan berarti tidak mengikuti sejarah dalam arti lain penyair tetap memberikan warnanya meski dalam suasana negara apa pun, Bahkan penyair dapat menjadi saksi atas peristiwa sejarah. Tetapi ini tidak disalah artikan dengan terlibat langsung kedalam politik praktis, jika ini terjadi maka akan abu-abu bahkan hilang jiwa kepenyairannya. Bambang Widiatmok... lainnya »
KITA PUNYA BANYAK SASTRAWAN :
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu
Muchlis Darma Putra lahir di Wadung Pal, Banyuwangi, Jawa Timur. Beberapa karya yang sudah dipublikasikan: KADO DARI RANTAU (2011), SATU SAJAK MERAH MUDA ( 2013) merupakan dwi antologi puisi tunggalnya. Puisi-puisinya juga bisa ditemui dalam antologi puisi bersama, diantaranya BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA ( 2012), CARTA FARFALLA (2012), MERINDU RAMADHAN (2013), MEMELUK LUKA (2013), DARI NEGERI LANGIT: DARI NEGERI POCI 5 (2014). Nyi Mas Rd Ade Titin Saskia Darmawan, terlahir di Bandung 31 Oktober 1981. Wanita yang kesehariannya disibukkan sebagai Konsultan Akutansi ini tak luput ... lainnya »
Segera berikan porsinya penerbitan buku-buku sastra pada pemerintah daerah yang ditulis oleh sastrawan setempat
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu
Saudaraku para penyair teruslah berkarya, Jangan takut karena kultus individu tokoh sastra, Jangan takut tidak ada pengakuan karena kelompok dan golongan tokoh sastra tertentu, Anda bisa menjadi besar ! bahkan lebih hebat dari tokoh sastra sebelumnya yang tenar karena karbitan. Banyak tokoh pengamat yang tetap independen menilai karya sastra. Publik pembaca-lah yang akan mengadili semuanya. Publik akan tetap menghargai karya Anda yang menarik dibaca. Jangan takut karena monopoli penerbitan, monopoli penayangan/penampilan media. Jangan silau karena nama. Ini negara dengan 250 juta ji... lainnya »
AKU INGIN PRESIDEN YANG PEDULI SASTRA
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu
AKU INGIN PRSIDEN YANG PEDULI SASTRA 'Lalu kami dikirimi buku-buku perpustakaan, droping buku untuk sekolah, dua ribu judul sungguh luar biasa, tetapi setelah kardus dibuka, isinya bacaan yang membuat kita makin bodoh. Isinya tetang masak-memasak, merawat kesehatan, tanam-menanam bunga dan palawija, ternak-berternak ayam, rajin menabung, membuat kandang ayam!' Demikian seklumit buku bacaan sekolah sampai dengan tahun 2000an . Sastrawan begitu banyak, namun tak dipedulikan pemrintah. Buku-buku bacaan sastra jarang disentuh. Pantas banyak sastrawan hidupnya pas-pasan . Aku ingin pres... lainnya »
KITA PUNYA BANYAK SASTRAWAN :
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu
KITA PUNYA BANYAK SASTRAWAN : Muchlis Darma Putra lahir di Wadung Pal, Banyuwangi, Jawa Timur. Beberapa karya yang sudah dipublikasikan: KADO DARI RANTAU (2011), SATU SAJAK MERAH MUDA ( 2013) merupakan dwi antologi puisi tunggalnya. Puisi-puisinya juga bisa ditemui dalam antologi puisi bersama, diantaranya BANGGA AKU JADI RAKYAT INDONESIA ( 2012), CARTA FARFALLA (2012), MERINDU RAMADHAN (2013), MEMELUK LUKA (2013), DARI NEGERI LANGIT: DARI NEGERI POCI 5 (2014). Ekohm Abiyasa, Lahir tahun 1987 di Karanganyar, Jawa Tengah. Penikmat seni dan sastra terutama puisi. Karya-karyanya dipublik... lainnya »
SAMPAIKAN PADA CAPRES 2 KITA
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu
ANDAI ADA CAPRES YANG PEDULI KEPADA PENYAIR DAN MAU MEMBIAYAI PERTEMUAN PENYAIR NASIONAL, 3 HARI DI HOTEL YANG LAYAK, GANTI TRASPORT PULANG PERGI, SANGU BALIK MASING-MASING 19 JT SERTA BINGKISAN LAINNYA MAKA TIADA KATA LAIN , TAK BELA MATI-MATIAN LEWAT PUISI !!!
SEGERA TERBIT HETERONOMIA SASTRAWAN INDONESIA KARYA RG BAGUS WARSONO
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu

Road Show Puisi Menolak Korupsi Pertama di Indramayu
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 2 bulan yang lalu

ROAD SHOW PMK PELAJAR INDONESIA 3 INDRAMAYU 20 JUNI 2014
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 3 bulan yang lalu

Jangan Jadi Sastrawan
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 bulan yang lalu
Jangan Jadi Sastrawan
Jangan Jadi Sastrawan
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 bulan yang lalu
Jangan Jadi Sastrawan
LUMBUNG PUISI SASTRAWAN 2014 JILID II
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 bulan yang lalu
LUMBUNG PUISI SASTRAWAN 2014 JILID II IKUTILAH !!! PEMBUATAN ATOLOGI BERSAMA LUMBUNG PUISI SASTRAWAN 2014 JILID II Tema : Kampung halamanku Ketentuan : 1. Terbuka bagi siapa saja yang mengaku penyair/sastrawan Indonesia 2. Kirimkan 2 buah puisi terbaik Anda bertema tersebut di atas. 3. Cantumkan biodata singkat 4. Cantumkan alamat rumah Anda 5. Gratis tanpa biaya pendaftaran 6. Kirim puisi ke gus.warsono@gmail.com 7. Pengiriman puisi dimulai dari sekarang dan ditutup pada 31 Juli 2014 Team seleksi/Juri : 1. Nurochman Soedibyo, YS (Budayawan/wartawan www.teropong.com ) 2. Wardjito Soeha... lainnya »
Lumbung Puisi sastrawan Indonesia 2014
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 bulan yang lalu

Judul : Lumbung Puisi sastrawan Indonesia 2014 Karya : Sastrawan Indonesia 2014 1.Abdul Wahid,2.Ali Syamsudin Ars, 3.Aloeth Pathi , 4.Andrian Eka Saputra ,5.CecepNurbani , 6.Dimas Indiana Senja,7.Dwi Klik Santosa, 8.Eddie MNS Soemanto, 9.eL Trip Umiuki, 10.Fahmi Wahid,11.Fasha Imani Febrianty, 12.Fitrah Anugerah ,13.Gampang Prawoto, 14.Iwan Kusmiadi,15.Julia Hartini, 16Mohamad Amrin. 17.Moh. Ghufron Cholid , 18.Muhammad Hafeedz Amar Riskha,19.Nieranita, 20.Novy Noorhayati Syahfida ,21.Puji Astuti, 22.Rezqie Muhammad AlFajar Atmanegara, 23.Ridwan Ch. Madris ,24.Roni Nugraha Syafroni , 25.S... lainnya »
Kekecewaan , Penyesalan dan Keyakinan Penyair Jiwa Kebhinnekaan dari antologi Lumbung Puisi 2014
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 bulan yang lalu
Kekecewaan , Penyesalan dan Keyakinan Penyair Jiwa Kebhinnekaan Ali Syamsudin Arsi seorang penyair asal Barabai, Kab. Hulu Sungai Tengah, Prov. Kalimantan Selatan seakan mebuka antologi ini dengan kekhawatiran terhadap negeri dengan terlulis lewat “Daun-daun di jendela Perpustakaan geriis” //… -ada libasan bayang-bayang ketika orang-orang berduyun di belakang berebut saling mencengkeram denga jari-jari tajam – kami hilang catatan – negeri ini semakin menuju arah ke curam-curam ketika tebing dengan setia menelentangkan tubuhnya atas keluh dan semua macam resahnya retak-retak embun ... lainnya »
Pemberitahuan Pengisi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2014
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 bulan yang lalu

Pemberitahuan Pengisi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2014 Panitia Seleksi Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2014 menyampaikan : Terima kasih kepada para penyair nusantara yang turut mengisi kegiatan pembuatan Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 2014. Beberapa hal patut menjadi cacatan utuk kegiatan serupa selanjutnya : 1.Banyak karya masuk tidak memiliki relefansi dengan tema kegiatan 2.Pengiriman secara Email dengan copy paste dari blog penyair mengakibatkan rusaknya materi /naskah 3.Banyak naskah yang telah dipublikasikan sebelumnya di web/blog/akun public lain... lainnya »
Puisi Karya Esther GNT
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 4 bulan yang lalu
Mengenang 9 tahun bencana gempa Nias, 28 Maret 2005, saya membuka puisi lama yang saya tulis pasca bencana. Ini adalah kisah sejati seorang bapak yang selamat walau tertanam berhari-hari di reruntuhan bangunan bersama putrinya dalam posisi terpisahkan kayu dan batu. Sang bapak selamat dapat ditolong setelah sekian hari, namun sang putri berpulang didalam reruntuhan. Bukan hendak mengusik ketenanganmu dipangkuan Bapa di sorga, putri kecil. Sekedar mengingat peristiwa alam atas izin Sang Khalik, pencipta alam semesta. Terima kasih bila kita senantiasa menghargai tanah, air, dan alam l... lainnya »
Puisi - puisi Wadie Maharief (015)
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu
Wadie Maharief Lima Ekor Merpati Menembus Mendung Lima ekor merpati menembus mendung Langit bagai neon sepuluh watt Cahayanya menguban rambut di kepala nenek tua Berjalan di tepi belukar kering Dunia makin sempit dan kekurangan oksigen Lima ekor merpati melesat Lubang ozon mencairkan es di kutub Tujuh lapis langit terluka Lima ekor merpati kehilangan sayap Jatuh di pulau-pulau terbakar Api cintamu yang berkobar ------------------ Yogya, 27 Januari 2014 Rindu Sepuntung Rokok Sepuntung rokok membakar dadamu di ruang tamu yang pengap Asapnya melayang-layang mencari bayang tentang kekasi... lainnya »
Daftar Penerbit Seluruh Ind0nesia no 801-1009
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu
801 Rizky Aditya Alamat: Kompleks DKI Blok S-2 No. 23 Jl. Cempaka Blok E No. 25, Duren Sawit Jakarta Timur Telp.: 8646133 Fax.: 8646133 Terbitan.: Buku Bacaan Anak 802 Robbani Press Alamat: Jl. Raya Condet No. 27-B Batu Ampar, Kramat Jati Jakarta Timur Telp.: 9238998, 87780250-1, 80881693 Fax.: 87780251 Terbitan.: Buku Agama Islam 803 Roda Maju Alamat: Jl. Inspektur Marzuki Lorong Mandiri No. 1-A Palembang 30138 Telp.: (0711) 411981, 417104 804 Roda Pengetahuan Alamat: Jl. Balai Pustaka Timur No. 22 Rawamangun Jakarta Timur 13220 Telp.: 4759734 Terbitan.: B... lainnya »
Daftar Penerbit seluruh Indonesia , no. 601-800
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu
601 Mulia Abadi Alamat: Perum Permata Bonang E-5 No. 1 Kel. Perbon, Kec. Tuban Tuban Telp.: (0356) 324057, 329017 Terbitan.: Buku Bacaan 602 Multi Adiwiyata Alamat: Jl. Terusan Kopo 633 Km.13,4 Katapang, Kabupaten Bandung Bandung 40227 Telp.: (022) 5891519 Fax.: (022) 5891319 Terbitan.: Buku Bacaan & Umum 603 Multi Computer & Business Education Alamat: Jl. Kupang Indah VII No. 6 Surabaya Telp.: (031) 7311731, 9991253 Fax.: (031) 7311731 E-mail.: yoseph_mcbest@yahoo.com Website.: www.yoseph_mcbest.yahoo.com Terbitan.: Buku Umum 604 Multi Grafix Nusantara Ala... lainnya »
Daftar Penerbit Seluruh Indonesia no 401-600
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu
401 Intermasa Alamat: Jl. Kepu (Jl. Raya Bekasi Km. 20) Pulogadung Jakarta Timur 14250 Telp.: 4602806-4602808 46820641 Fax.: 4602809 Terbitan.: Buku Umum Sekolah dan Perguruan Tinggi 402 Intermedia Kreasi Mandiri (pindah) Alamat: Jl. Dg. Tata V/3 Makassar E-mail.: 081355293857 Terbitan.: Buku Umum 403 Interplus Alamat: Jl. Bandeng Raya No. 212 Perumnas II, Kayuringin Jaya Bekasi 17144 Telp.: 8869101 Fax.: 8869101 Terbitan.: Buku Pelajaran SD, SMP dan SMA 404 Intersolusi Pressindo Alamat: Jl. Sunaryo No. 14 Kotabaru Yogyakarta Telp.: 0274560466 Fax.: 02745... lainnya »
Daftar Penerbit Seluruh Indonesia no. 201-400
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu
201 Damar Dipaka Alamat: Jl. Teluk Betung 2 No. 33 Surabaya Telp.: (031) 3291218, 8710122 Terbitan.: Buku Bacaan Anak 202 Damardesa Mitra Lestari Alamat: Jl. Veteran No. 25, Duren Tiga Pancoran Jakarta Selatan Telp.: Terbitan.: Buku Pengetahuan Agama Islam 203 Dana Bhakti Prima Yasa : Jl. K.H. Djawad Faqih Karang Kajen MG. II/858 Yogyakarta 55152 Telp.: (0274) 373308 Fax.: (0274) 378034 Terbitan.: Buku Agama Islam SD s/d SMU 204 Danamartha Sejahtera Alamat: Jl. Cihampelas No. 169 Kel. Cipaganti, Kec. Coblong Bandung Telp.: 0222030272 Fax.: 0222038104 Terbitan.... lainnya »
Daftar Penerbit Seluruh Indonesia
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu
1009 DAFTAR PENERBIT INDONESIA 1 Abdi Raya Utama Alamat: Jl. Moh. Toha Gg. Ripah No. 14 Bandung 40253 Telp.: 0225209844 Fax.: 0227565370 Terbitan.: Buku Umum & Agama 2 Abiyah Pratama Alamat: Ruko Cempaka Mas Blok K-31 Jakarta Pusat 10640 Telp.: 42889058 Fax.: 42889085 Terbitan.: Buku Agama, Pengembangan Diri dan Tematik 3 Absolut Alamat: Jl. Ibu Ruswo No. 10 Pawirodirjan, Gondomanan Yogyakarta 4 Acarya Media Utama Alamat: Jl. Rumah Sakit No. 58 Ujung Berung Bandung Telp.: Terbitan.: Buku Agama & Umum 5 AD Dawa Sukses Mandiri Alamat: Jl.... lainnya »
Sayembara Sastra - The 2nd SAWTAKA NAYYOTAMA - 2014 7 Maret 2014 pukul 16:13
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu
Sayembara Sastra - The 2nd SAWTAKA NAYYOTAMA - 2014 7 Maret 2014 pukul 16:13 Dalam upaya memajukan dunia sastra di Indonesia, Sastra Welang Pustaka menggelar sayembara sastra yang terdiri dari dua kategori yakni lomba penulisan puisi dan penulisan cerpen. Sayembara ini digelar secara Nasional dan akan dicari pemenang Juara 1/2/3 dan Harapan 1/2/3. 10 besar dalam tiap kategori baik puisi dan cerpen yang akan dibukukan dalam satu antologi. Sawtaka Nayyotama 2014 adalah penyelenggaraan di tahun kedua, sebuah program Teater Sastra Welang - Bali dan dirancang menjadi program tahunan di bi... lainnya »
Cecep Nurbani (014)
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu
Sketsa Lukisan Kotaku Garut,14 November 2012 ingin sekali mengungkapkan tapi selalu terurungkan... karena pasti ada menjegal dan berteriak.."Jangan bermimpi..!!?" yakin ini.., hanya menjadi kesakitan tak bertuan dan berujung... lihat..!!? dengarkan... wajah wajah membosankan bersenam manis menawarkan diri menaikan harga tumpang nama pada sebuah produk unggulan.., "pahit ternyata yang kami dapat..." seorang RTM teriak tak tertahan sambil mengikatkan endong dipunggungnya dan menuntun seorang bocah setelah membaca sebuah spanduk iklan yang menghiasi jalan kota disisi lain..., ada camry bar... lainnya »
Tunggu Terbitnya, Jakarta Tak Mau Pindah , antologi puisi Rg Bagus Warsono
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu

Tunggu Terbitnya, Jakarta Tak Mau Pindah , antologi puisi Rg Bagus Warsono
Dokumentasikan puisi Anda di HMGM Indonesia isi antologi Lubung Puisi 2014
Rg Bagus Warosno di MajalahSULUH - 5 bulan yang lalu

Selasa, 01 Juli 2014

Lumbung Puisi 2014 Jilid I diluncurkan

Indramayu, 21 April 2014
Antologi puisi bertemakan Bhinneka Tunggal Ika kara  penyair nusantara diluncurkan tepat di hari Kartini 21 April 2014 di sanggar Sastra Meronte Jaring Indramayu.
Puisi yang ditulis oleh penyair nusantara ini diluncurkan dengan acara selamatan berupa "Bancakan " yakni pembagian nasi bancakan ala adat Indramayu. Tampak pengasuh sanggar sastra Meronte Jaring, sastrawan Rg Bagus warsono memimpin acara ini. Meski tidak dihadiri oleh para penulis buku Antologi Lumbung Puisi I , namun abara cukup hikmat. 
Buku Peluncuran ini langsung dibagikan pada para peserta selamatan bancakan yang terdiri dario kalangan pendidik di Indramayu pecinta sastra. 
Buku Antologi Puisi Lumbung Puisi sastrawan Indonesia inio kemudian diedarkan pada sekolah-sekolah pemilik perpustakaan terbaik. 

Kamis, 19 Juni 2014

ROAD SHOW PUISI MENOLAK KORUPSI DI INDRAMAYU

Bertempat di Pesantren Hidayaturrachman Sukra Indramayu Jumat, 2014 berlangsung diskusi sastra Puisi Menolak Korupsi (PMK). Kegiatan sastra ini diselenggarakan dalam rangka acara syukuran pesantren dalam kegiatan akhir tahun pelajarannya. Ketua penyelenggara Muhammad Hafeed Amar Roska menjelaskan bahwa kegiatan diskusi sastyra ini mengundang berbagai penyair dari Nusantara diantaranya Leak sosiawan dari Solo,dan beberapa sastrawan lainnya seperti dari Jawa Tengah, Riau, danberbagai kota lain di Luar Jawa.
Kegiatan diskusi ini tampil sebagai pembicara adalah penyair Rg Bagus warsono asal Indramayu dan penyair Leak Sosiawan asal Solo.
Hasil Diskusi Sastra PMK ini nantinya dijadikan bahandiskusi di tingkat para pelajar/sastri di pesantren tersebut.
Untuk lebih mengenal diskusi ini berikut kami sajikan bahan diskusi tentang buku Antologi PMK tersebut :
PUISI MENOLAK KORUPSI (PMK)
ANTOLOGI PUISI TERDASYAT
oleh Rg  Bagus Warsono
Pemberantasan korupsi setengah hati
Adalah Indonesia di 2013 ini. Sebuah negeri yang mendambakan bebas dari korup tetapi cita-cita itu digarap  dengan setengah hati. Sejak masalah korupsi dimasukan dalam ketetapan MPR di awal reformasi, garapan pemerintah yang berkuasa sepenjang era ini sampai sekarang dapat diambil kesimpulan hanyalah dagelan dan suguhan tontonan yang klasik bagi bangsa ini. Karena hasil dari kerja pemerintah yang berkuasa dari mulai pemerintahan BJ Habibie, Abdurrachman Wahid, Megawati, sampai SBY tak ada prestasi yang cukup dinilai baik dalam ukuran nasional tentang garapan pemberantasan korupsi.
Semua hanya omong kosong/ bualan , slogan verbalis, dan program ngambang yang bertujuan untuk membodohi rakyat. Berapa trilyun uang negara yang dikorupsi dan berapa uang yang kembali, serta berapa oknum yang menjadi tersangka dan berapa orang yang korup dijebloskan penjara masih belum mencapai prosentase yang dapat dinilai baik.
Harapan rakyat kepada penegak hukum akan pemberantasan korupsi sebetulnya sudah dipercayakan pada penyelenggara penegakan hukum itu seperti Kepolisian, Kejaksaan, Kehakiman, sampai KPK, namun rakyat hanya menaruh harapan terus menerus tanpa melihat hasil yang berdampak pada perubahan karakter bangsa ini. Malah justru perilaku korup semakin menjadi-jadi. Akhirnya tumpuan harapan kepercayaan itu makin tak jelas dan akhirnya menjadi masa-bodoh dan akhirnya terserah saja pada yang menyelenggarakan pemerintah ini.

Bermula
Dunia sastra Indonesia 2013 dikejutkan dengan adanya karya puisi menolak korupsi yang ditulis oleh sastrawan se Nusantara. Seperti tersiram hujan semua rumput “nglilir” bergerak dan serentak dalam satu keinginan untuk negerinya menolak korupsi di Tanah Air ini. Lebih dari 200 sastrawan dari seluruh penjuru Tanah air terlibat menulis dalam antologi puisi yang bertema Puisi Menolak Korupsi (PMK). Adalah Leak Sosiawan (47) sastrawan asal Solo yang memiliki gagasan yang pada mulanya merupakan kegiatan seni sastra dengan menerbitkan antologi puisi menolak korupsi kini telah menjadi sebuah gerakan nasional dari kalangan sastrawan yang merasa terpanggil untuk menyelamatkan Indonesia dari bahaya korupsi.
Sumbangsih penyair untuk negeri
Dunia menyoroti kita sebagai salah satu negeri terkorup. Negara-negara donatur sudah geram melihat tingkah pejabat kita yang korup. Media bingung memberitakan kasus korupsi yang mana yang harus di beritakan pagi hari, karena saking banyaknya kasus korupsi yang masuk di meja redaksi. Alim ulama tak henti-henti menggemborkan utuk menyelamatkan negeri ini.
Sesekali tokoh muncul anti korupsi hanya untuk meraih suara, sudah itu ia juga termasuk dan melakukan korupsi. Lalu yang berteriak lantang membasmi korupsi kemuadian terikan itu menjadi lagu nostalgia yang membikin orang kantuk. Pendek kata hanya isapan jempol semata.
Disinilah penyair dengan berbagai keberadaannya yang sama sekali tidak ada perhatian dari pemerintah, bahkan boleh jadi pada komunitasnya yang ‘terpinggirkan’ dan mungkin ‘terbuang’ ikut memberikan sumbangsih dalam menyelamatkan negeri ini dari acaman bahaya korupsi. Melalui karya Puisi Menolak Korupsi mereka suguhkan untuk khalayak masyarakat Indonesia untuk dapat memberikaa apresiasi terhadap karyanya. Diharapkan melalui karya ini dapat mengajak masyarakat untuk menolak korupsi di manapun tempat.
Kelihatannya seperti tak ada artinya puisi menolak korupsi atau penyair menolak korupsi. Penegak hokum  yang memiliki tanggung jawab pemberantasan korupsi yang ada di Indonesia juga susah menghadapi masalah korupsi ini, apalagi penyair yang tak punya apa-apa. Ditilik dari tindakan mungkin belum ada arti, namun melalui puisi menolak korupsi yang dibaca jutaan manusia Indonesia akan dapat menyentuh hati. Ia tidak saja sebagai penyejuk atau siraman air untuk otak manusia, tatapi telah memberikan wacana mendasar bahwa penyair Indonesia telah berbuat untuk negerinya , sebagai sumbangsih karya untuk Tanah Air tercinta.

Jangan Sampai Korupsi Menjadi Budaya
Masalah korupsi bukankah sudah ada sejak negara ini berdiri? Namun sebelumnya hal korupsi belum marak  seperti sekarang ini. Masalah korupsi hampir terjadi di setiap pelosok negeri. Pelakunya dari pangkat terendah sampai pucuk pimpinan, dari pegawai rendahan sampai mentri, dari pejabat tingkat RT sampai Presiden dan beraneka profesi yang melakukannya. Wabahnya bak penyakit menular yang juga menyerang mantri pembasmi penyakit itu. Berangkat dari merajalelanya masalah korupsi yang sudah menasional ini bagaikan sebuah budaya baru yang dilakukan masyarakat, para penyair merasa prihatin melihat kejadian wabah korupsi yang terjadi di mana-mana ini.

Mengapa gunakan puisi
Sebuah pertanyaan kenapa puisinya yang menolak korupsi tidak penyairnya? Jika ini sebuah gerakan para penyair kenapa bukan penyair yang harus di depan? Pertanyaan di atas tidaklah harus disamakan dengan profesi lain. Sebab menurut sejarah, lebih berani tulisannya ketimbang orangnya. Lebih tajam pena-nya ketimbang lidahnya, lebik kritis kalimatnya ketimbang pendapatnya. Oleh karena itu para penyair gunakan produknya sebagai senjata untuk melawan korupsi.
Lebih dari itu sebetulnya produk sastra sangat erat dengan penulisnya. Undang-undang hak cipta begitu memberi kekuatan yang tak terpisahkan antara penulis dan karyanya. Jadi sebetulnya produk sastra tersirat dibelakangnya sosok penulisnya. Jika demikian jelas pesan yang dituangkan dalam karya sastra sebetulnya adalah hasil pemikiran penulisnya.Puisi menolak korupsi ini otomatis penyair yang mencipta puisi itu juga menolak korupsi.
Dalam diri hati manusia ada sisi baik dan sisi buruk. Siap orang yang waras menginginkan kehidupan yang baik. Sisi buruk yang ada hanyalah pembatas utuk tidak melakukannya. Sisi baik dan buruk slalu seiring pada diri manusia yang memiliki nafsu. Ini tergantung neracanya. Karena itu sisi buruk manusia perlu diisi dengan agama, aturan, pendidikan dan norma hidup. Sehingga sisi buruk itu terbelenggu dan tidak akan keluar dari nafsu manusia. Puisi sebagai karya sastra memiliki nilai berbagai macam sentuhan hati. sebab puisi yang diciptakan oleh para penyair terkandung menitipkan pesan-pesan kebaikan yang beraneka. Ahlak, budi pekerti, budaya luhur, norma adat, peraturan, pantangan dan sebagainya terdapat dalam puisi. Hampir tiap puisi yang dibuat terkandung unsur intrinsik pesan-pesan tersebut dan intrinsik inklusif dalam Puisi Menolak Korupsi adalah masalah korupsi.

Antologi Puisi Terbesar
Penerbitan antologi bersama (PMK) merupakan sebuah karya buku bersama. Sejak Angkatan Pujangga Baru telah ada penyai-penyair yang menerbitakan antologi bersama. Isi bisa satu tema, namun juga bisa berbeda tema atau beraneka tema puisi. Ada berbagai tujuan untuk menbuat antologi bersama: 1. Memenuhi standar ketebalan buku, 2. mengetengahkan bahwa pemilik gagasan (tema) bukan oleh seorang penyair tetapi lebih dari seorang penyair dengan maksud pembaca untuk mengapresiasi lebih terhadap isi yang melekat dengan sosok penyairnya, 3. Memenuhi angkatan pujangga pada saat itu.4. Memberikan kekuatan pada buku bahwa buku itu kelak dapat dibaca oleh publik tidak saja fans seorang sastrawan tertentu, tetapi lebih dari satu sastrawan yang juga memiliki fans-nya.5. Semangat untuk sebuah gagasan dari isi sebuah pesan. Dan yang terakhir ini, pada buku PMK ini, saya melihat semangat para penyair untuk sebuah gagasan (menolak korupsi di Tanah Air) lewat sebuah pesan (isi puisi) lebih kuat tampaknya. Agaknya Leak Sosiawan tidak memandang siapa penyairnya, dari golongan apa penyairnya, atau dari mana asal penyairnya yang penting adalah sumbangsih karya puisi itu. Lebih dari itu Leak Sosiawan telah diterima oleh setiap pengirim puisi untuk memilah dan menentukan kelayakan sebuah puisi laik terbit. Namun ia senantiasa menghargai bobot karya dari siapa pun karena memang pertimbangan no. 2 dan 4 di atas dari tujuan membuat puisi bersama. Yang terakhir adalah, bahwa semua orang bisa melakukan seperti meniru, tetapi orang pertama yang mencetuskan/menciptakan/menggagas/menelorkan ide itu harus dihargai.

Multi Angkatan
Dalam kurun hapir setengah abad perjalanan negeri ini (sejak 1966) perjalanan sastrawan kita hanya membuat karya yang bagus serta kreatifitas karya kekinian (modern) namun  sulit dibuat angkatan. Bolehlah pada kritikus sastra atau sastrawan membuat angkatan kesusastraan, dengan alasan yang berbeda-beda, Itu sah-sah saja. Angkatan Reformasi, Angkatan 2000 tak menjadi maslah sejauh referensinya dapat diterima. Di Antologi PMK terdapat beberapa nama penyair yang terkenal dan termasuk dalam angkatan-angkatan sastrawan sebelumnya. Seperti Ahmadun Yosi Herfanda, Tajuddin Noor Ganie , Isbedy Stiawan ZS, Gol A Gong, Acep Zamzam Noor, Jamal D Rahman dan lain lain yang  termasuk dalam angkatan 80-an , angkatan 90-an, atau angkatan  2000 . Bahkan jika dilihat dari usia ada penyair PMK yang berusia 60 tahun dan juga yng masih dibawah usia 30. Meskipun gelombang reformasi mengganti orde baru, karya satra berikut sastrawannya tidak mengiringi perubahan bangsa ini. Hal demikian dikarenakan reformasi yang sampai sekarang masih berjalan tersendat-sendat.

Menembus  2,5 Juta Pembaca
Antologi Bersama dapat menjadi sebuah dokumen sastra yang bersifat nasional dan memenuhi banyak pembaca serta menjadi bahan rujukan. Sebagai contoh Antologi puisi yang ditulis oleh banyak penyair dari berbagai penjuru Tanah Air akan mampu menembus pembaca hingga jutaan manusia. Buku Antologi puisi Menolak Korupsi kurang lebih ditulis oleh 284 penyair Indonesia dan 291 karya peljar atu berjumlah 575 peserta pengisi antologi. Jika setiap penyair memiliki keluarga, teman, fans, dan anak asuh sastra di sanggar saja maka setiap penyair mambawa 200 pembaca buku tersebut. Maka buku antologi-bersama akan menembus ratusan ribu pembaca.
Sengaja penulis tidak menghitung buku yang dicetak. Menghitung pembaca dari buku yang dicetak akan sulit ditaksir. Kecuali buku tersebut telah terjual dan menjadi best seller. Ini juga dengan menggunakan prinsip buku yang terjual pasti dibaca pembelinya meskipun tidak semua pembeli buku membaca buku yang dibelinya sampai tamat.
Keunggulan buku antologi-bersama secara geografis terkadang memenuhi keterwakilan publik di suatu daerah. Hal demikian dikarenakan sastrawan biasanya merupakan tokoh masyarakat di daerahnya. Semakin banyak keterwakilan sastrawan dari berbagai daerah , bahkan daerah terpencil maka semakin banyak jumlah pembacanya.
Antologi bersama sangat menguntungkan nama penyairnya dikarenakan melalui buku itu masing-masing dikenalkan kepada penyair lainnya dalam buku itu. Yang sudah populair akan semakin dikenal masyarakat dan yang baru meniti tangga mulai dikenalkan lewat karya dalam buku itu.
Antologi yang demikian menjadi Antologi puisi yang berstandar nasional pada ukuran pembaca. Demikian karena ukuran kelayakan sebuah buku adalah layak dibaca dan pernah dibaca. Contoh saja misalnya dalam lomba perpustakaan, ukuran keberhasilan adalah pembaca. Terbiasa sekali juri lomba perpustakaan mengukur jumlah pengunjung sebagai faktor utama, bukan gedung dan bukan bukunya yang tebal-tebal dan mahal.
Antologi bersama memerlukan standar isi agar bermutu. Karenanya perlu menampilkan team penyeleksi puisi peserta antologi. Bukan penyair peserta pengisi antologi tetapi karya peserta itu yang diseleksi. Jadi dua hal penting antologi bersama yakni pembaca dan puisi peserta antologi.
Hal pembaca sastra Indonesia kebanyakan didominasi pelajar dan mahasiswa pada status sosial lain masih demikain rendah. Menempati uriutan kedua adalah pendidik. Pembaca sastra Indonesia banyak dimotori/digelorakan oleh para pendidik itu kepada siswa dan mahasiswanya. Andai saja mereka turut membatu karya sastrawan, maka pembaca sastra Indonesia akan meningkat, sebab sepertiga jumlah penduduk Indonesia adalah anak-anak dan remaja! Diantara para pengisi antologi ini terdapat banyak penyair yang juga berprofesi sebagai pendidik. Seringkali  buku PMK dijadikan bahan ajar pelajaran sastra di sekolah-sekolah maka bukan mustahil buku yang dicetak terbatas diperuntukan untuk penulisnya ini banya dibaca siswa. Kemudian kegiatan-kegiatan peluncuran antologi PMK,  bedah buku PMK, Lomb abaca PMK, serta road Show PMK menambah jumlah pembaca. Kini kegiatan road Show PMK telah lebih dari 20 tempat dilaksanakan di Tanah Air.

‘Road Show’ puisi denyut nadi PMK sepanjang tahun
Belum pernah sebelumnya ada buku antologi puisi di-‘roadswhow’-kan ke sejumlah kota untuk apa? Apakah belum cukup populair dengan sekali peluncuran? Apakah belum menyentuh sasaran?  Atau ini merupakan roadshow-nya penyair PMK? Jawabnya adalah seperti dikatakan Sosiawan Leak  yakni kemandirian yang  menjadi dasar digulirkannya program Road Show Puisi Menolak Korupsi isi road show bisa dalam  wujud pembacaan puisi, pentas seni, seminar, diskusi, orasi, lomba baca puisi, lomba cipta puisi dan lain-lain yang dilakukan secara otonom di berbagai kota, dikoordinir oleh penyair PMK yang mukim di kota tersebut. Ini artinya bahwa untuk melaksanakan gerakan PMK itu dilaksanakan tanpa paksaan dari siapa pun yang turut tergerak  hatinya untuk berpartisipasi melawan korpsi dengan cara kegiatan sastra seperti disebutkan Sosiawan Leak sebagai gerakan sikap para penyair untuk melwan korupsi dengan caranya.
Bermula di wujudkan dengan road shownya di Makam Proklamator terus merambah ke kota-kota di seluruh Tanah Air dan pada 27 September 2013 road shownya VI di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta.

Peserta Pengisi Antologi Terbanyak dalam sejarah
Siapa-siapa saja mereka (penyair itu yang terlibat) adalah para penulis puisi dalam antologi Puisi Menolak Korupsi, mereka adalah :Penyair Indonesia yang ikut menulis di buku Antologi Puisi Menolak Korupsi (PMK) Jilid I
:1. Abdurrahman El Husaini (Martapura)2. Acep Syahril (Indramayu)3. Agus R Sardjono (Jakarta)4. Agus Sri Danardana (Pekanbaru)5. Ahmad Daladi (Magelang)6. Ahmadun Y Herfanda (Jakarta)7. Akaha Taufan Aminudin (Batu, Malang)8. Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru)9. Aloysius Slamet Widodo (Jakarta)10. Aming Aminudin (Surabaya)11. Andreas Kristoko (Yogja)12. Andrias Edison (Blitar)13. Andrik Purwasito (Solo)14. Anggoro Suprapto (Semarang)15. Ardi Susanti (Tulungagung)16. Arsyad Indradi (Banjarbaru)17. Asyari Muhammad (Jepara)18. Ayu Cipta (Tangerang)19. Bagus Putu Parto (Blitar)20. Bambang Eka Prasetya (Magelang)21. Bambang Supranoto (Cepu)22. Bambang Widiatmoko (Bekasi)23. Beni Setia (Caruban)24. Bontot Sukandar (Tegal)25. Brigita Neny Anggraeni (Semarang)26. Budhi Setyawan (Bekasi)27. Dedet Setiadi (Magelang)28. Denni Meilizon (Padang)29. Dharmadi (Purwokerto)30. Didid Endro S (Jepara)31. Dimas Arika Mihardja (Jambi)32. Dona Anovita (Surabaya)33. Dwi Ery Santosa (Tegal)34. Dyah Setyawati (Tegal)35. Eka Pradhaning (Magelang)36. Eko Widianto (Jepara)37. Ekohm Abiyasa (Solo)38. Endang Setiyaningsih (Bogor)39. Endang Supriyadi (Depok)40. Gunawan Tri Admojo (Solo)41. Handry Tm (Semarang)42. Hardho Sayoko Spb (Ngawi)43. Heru Mugiarso (Semarang)44. Hilda Rumambi (Palu)45. Irma Yuliana (Kudusan, Jawa Tengah)46. Isbedy Stiawan ZS (Lampung)47. Jamal D Rahman (Jakarta)48. Jhon F.S. Pane (Kotabaru)49. Jumari HS (Kudus)50. Kidung Purnama (Ciamis, Jawa Barat)51. Kun Cahyono Ps (Wonosobo)52. Kuspriyanto Namma (Ngawi)53. Lailatul Kiptiyah (Blitar)54. Lennon Machali (Gresik)55. Lukni Maulana (Semarang)56. M. Enthieh Mudakir (Tegal)57. Mubaqi Abdullah (Semarang)58. Najibul Mahbub (Pekalongan)59. Nurngudiono (Tegal)60. Oscar Amran (Bogor)61. Puji Pistols (Pati)62. Puput Amiranti (Blitar)63. Puspita Ann (Solo)64. Radar Panca Dahana (Jakarta)65. Ribut Achwandi (Pekalongan)66. Ribut Basuki (Surabaya)67. Rohmat Djoko Prakosa (Surabaya)68. Saiful Bahri (Aceh)69. Sosiawan Leak (Solo)70. Sudarmono (Bekasi)71. Sulis Bambang (Semarang)72. Sumasno Hadi (Banjarmasin)73. Surya Hardi (Pekanbaru)74. Sus S Hardjono (Sragen)75. Suyitna Ethex (Mojokerto)76. Syam Chandra (Yogyakarta)77. Syarifuddin Arifin (Padang)78. Thomas Budi Santoso (Kudus)79. Thomas Haryanto Soekiran (Purworejo)80. Tri Lara Prasetya Rina (Bali)81. Udik Agus Dw (Jepara)82. W. Haryanto (Blitar)83. Wardjito Soeharso (Semarang)84. Yudhie Yarco (Jepara)85. Zainul Walid (Situbondo)
Penyair Indonesia yang ikut menulis di buku antologi Puisi Menolak Korupsi (PMK) Jilid II (IIa dan IIb)
Antologi PMK Jilid 2: 1. A. Ganjar Sudibyo (Semarang)2. A’yat Khalili (Sumenep)3. Aan Setiawan (Banjarbaru)4. Abah Yoyok (Tangerang)5. Abdul Aziz H. M. El Basyroh (Indramayu)6. Abdurrahman El Husaini (Martapura)7. Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya)8. Ade Ubaidil (Cilegon)9. Adi Rosadi (Cianjur)10. Agus R. Subagyo (Nganjuk)11. Agus Sighro Budiono (Bojonegoro)12. Agus Sri Danardana (Pekanbaru)13. Agus Warsono (Indramayu)14. Agustav Triono (Purwokerto)15. Agustinus (Purbalingga)16. Ahlul Hukmi (Dumai)17. Ahmad Ardian (Pangkep)18. Ahmad Daladi (Magelang)19. Ahmad Samuel Jogawi (Pekalongan)20. Ahmadun Yosi Herfanda (Jakarta)21. Akaha Taufan Aminudin (Batu)22. Akhmad Nurhadi Moekri (Sumenep)23. Alex R. Nainggolan (Tangerang)24. Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru)25. Allief Zam Billah (Rembang)26. Aloeth Pathi (Pati)27. Alya Salaisha-Sinta (Cikarang)28. Aming Aminudin (Mojokerto)29. Andreas Kristoko (Yogjakarta)30. Andrias Edison (Blitar)31. Anggoro Suprapto (Semarang)32. Anna Mariyana (Banjarmasin)33. Ansar Basuki Balasikh (Cilacap)34. Arba’ Karomaini (Pati)35. Ardi Susanti (Tulungagung)36. Ardian Je (Serang)37. Arsyad Indradi (Banjarbaru)38. Asdar Muis R. M. S.(Makassar)39. Asmoro Al Fahrabi (Pasuruan)40. Asril Koto (Padang)41. Asyari Muhammad (Jepara)42. Autar Abdillah (Sidoarjo)43. Ayu Cipta (Tangerang)44. Badaruddin Amir (Barru)45. Bambang Eka Prasetya (Magelang)46. Bambang Karno (Wonogiri)47. Barlean Bagus S. A. (Jember)48. Bontot Sukandar (Tegal)49. Budhi Setyawan (Bekasi)50. Chafidh Nugroho (Kudus)51. D. G. Kumarsana (Lombok Barat)52. Darman D. Hoeri (Malang)53. Daryat Arya (Cilacap)54. Denni Melizon (Padang)55. Denny Mizhar (Malang)56. Diah Rofika (Berlin)57. Diah Setyawati (Tegal)58. Diana Roosetindaro (Solo)59. Didid Endro S. (Jepara)60. Dimas Arika Mihardja (Jambi)61. Dimas Indiana Senja (Brebes)62. Dini S. Setyowati (Amsterdam)63. Dinullah Rayes (Sumbawa Besar)64. Dulrohim (Purworejo)65. Dwi Ery Santoso (Tegal)66. Dwi Haryanta (Jakarta)67. Dyah Kencono Puspito Dewi (Bekasi)68. Dyah Narang Huth (Hamburg)69. Eddie MNS-Soemanto (Padang)70. Edy Saputra (Blitar)71. Efendi Saleh (Blitar)72. Eka Pradhaning (Magelang)73. Emha Jayabrata (Pekalongan)74. Endang Setiyaningsih (Bogor)75. Endang Supriyadi (Depok)76. Euis Herni Ismail (Subang)77. Fahrurraji Asmuni (Amuntai)78. Faizy Mahmoed Haly (Semarang)79. Fakrunnas M. A. Jabbar (Pekanbaru)80. Fatah Rastafara (Pekalongan)81. Felix Nesi (Nusa Tenggara Timur)82. Fendy A. Bura Raja (Sumenep)83. Ferdi Afrar (Sidoarjo)84. Fikar W. Eda (Aceh)85. Fransiska Ambar Kristyani (Semarang)86. Gia Setiawati Mokobela (Kotamobagu)87. Gol A Gong (Serang)88. Habibullah Hamim (Pasuruan)89. Hadikawa (Banjarbaru)90. Haidar Hafeez (Pasuruan)91. Hardho Sayoko Spb. (Ngawi)92. Haryono Soekiran (Purbalingga)93. Hasan B. Saidi (Batam)94. Hasan Bisri B. F. C. (Jakarta)95. Hasta Indriyana (Bandung)96. Heny Gunanto (Pemalang)97. Herman Syahara (Jakarta)98. Heru Mugiarso (Semarang)99. Hidayat Raharja (Sumenep)100. Husnu Abadi (Pekanbaru)101. Iberamsayah Barbary (Banjarbaru)102. Ibramsyah Amandit (Barito Kuala)103. Isbedy Stiawan Z.S. (Lampung)104. Jefri Widodo (Ngawi)105. Jhon F. Pane (Kotabaru)106. Johan Bhimo (Sragen)107. Joko Wahono (Sragen)108. Jose Rizal Manua (Jakarta)109. Joshua Igho (Tegal)110. Jumari H. S. (Kudus)111. Juperta Panji Utama (Lampung)112. Kalsum Belgis (Martapura)113. Ken Hanggara (Pasuruan)114. Kidung Purnama (Ciamis)115. Kusdaryoko (Banjarnegara)116. Lara Prasetya Rina (Denpasar)117. Linda Ramsita Nasir (Bekasi)118. Lukman Mahbubi (Sumenep)119. M. Amin Mustika Muda (Barito Kuala)120. M. Andi Virman (Purwokerto)121. M. Enthieh Mudakir (Tegal)122. M. Faizi (Sumenep, Madura)123. M. Syarifuddin (Jember)124. M. L. Budi Agung (Temanggung)125. Maria Roeslie (Samarinda)126. Marlin Dinamikanto (Jakarta)127. Melur Seruni (Singapura)128. Memed Gunawan (Jakarta)129. Micha Adiatma (Solo)130. Mubaqi Abdullah (Semarang)131. Muhammad Rain (Langsa)132. Muhammad Rois Rinaldi (Cilegon)133. Muhammad Zaini Ratuloli (Bekasi)134. Muhary Wahyu Nurba (Makassar)135. Muhtar S. Hidayat (Blora)136. Mustofa W. Hasyim (Yogjakarta)137. Nabilla Nailur Rohmah (Malang)138. Najibul Mahbub (Pekalongan)139. Nike Aditya Putri (Cilacap)140. Novy Noorhayati Syahfida (Tangerang)141. Nurochman Sudibyo Y. S. (Indramayu)142. Pekik Sat Siswonirmolo (Kebumen)143. Priyo Pambudi Utomo (Trenggalek)144. R. B. Edi Pramono (Yogyakarta)145. R. Giryadi (Sidoarjo)146. R. Valentina Sagala (Bandung)147. Rezqie Muhammad Al Fajar (Banjarmasin)148. Ribut Achwandi (Pekalongan)149. Ribut Basuki (Surabaya)150. Rini Ganefa (Semarang)151. Rivai Adi (Jakarta)152. Riyanto (Purwokerto)153. Rohseno Aji Affandi (Solo)154. Rosiana Putri (Banjarbaru)155. Rudi Yesus (Yogjakarta)156. S. A. Susilowati (Semarang)157. Sabahuddin Senin (Kinabalu)158. Saiful Bahri (Aceh)159. Saiful Hadjar (Surabaya)160. Samsuni Sarman (Banjarmasin)161. Sayyid Fahmi Alathas (Lampung)162. Serunie (Solo)163. Soekoso D. M. (Purworejo)164. Soetan Radjo Pamoentjak (Batusangkar)165. Sri Wahyuni (Gresik)166. Sulis Bambang (Semarang)167. Sumanang Tirtasujana (Purworejo)168. Sumasno Hadi (Banjarbaru)169. Sunaryo Broto (Kaltim)170. Suroto S. Toto (Purworejo)171. Surya Hardi (Riau)172. Sus S. Hardjono (Sragen)173. Sutardji Calzoum Bahcri (Jakarta)174. Suyitno Ethexs (Mojokerto)175. Syafrizal Sahrun (Medan)176. Tajuddin Noor Ganie (Banjarmasin)177. Tan Tjin Siong (Surabaya)178. Tarmizi Rumahitam (Batam)179. Tarni Kasanpawiro (Bekasi)180. Tengsoe Tjahjono (Surabaya)181. Thomas Haryanto Soekiran (Purworejo)182. Titik Kartitiani (Tangerang)183. Toto St. Radik (Serang)184. Turiyo Ragilputra (Kebumen)185. Udik Agus Dhewe (Jepara)186. Udo Z. Karzi (Lampung)187. Wahyu Prihantoro (Ngawi)188. Wahyu Subakdiono (Bojonegoro)189. Wanto Tirta (Ajibarang)190. Wardjito Soeharso (Semarang)191. Wawan Hamzah Arfan (Cirebon)192. Wawan Kurn (Makassar)193. Wijaya Heru Santosa (Kutoarjo)194. Wyaz Ibn Sinentang (Ketapang)195. Yanusa Nugroho (Tangerang)196. Yatim Ahmad (Kinabalu)197. Yogira Yogaswara (Bandung)198. Yudhie Yarcho (Jepara)199. Zubaidah Djohar (Aceh). Disamping para penyair tersebut diatas  juga memunculkan  Penerbitan Buku Puisi Menolak Korupsi Jilid 3 karya pelajar Indonesia , mereka adalah :1. A. Habiburrahman (Sumenep)2. A. Kafi Febrian (Sumenep)3. Abdul Azis Pane (Deli Serdang)4. Abi Ortega (Pangkalan Kerinci, Riau)5. Aeni Krismonika (Purbalingga)6. Afifatus Sa’diah (Jember)7. Agil Vina Febriana (Salatiga)8. Agri Satrio Adi Nugroho (Sukoharjo)9. Ahmad Alfi (Surakarta)10. Ahmad Khoirur Roziq (Kediri)11. Ahmad Latief Ansory (Palembang)12. Ahmad Saugi Andrian P. (Tangerang)13. Ahnafudin Toha (Semarang)14. Ahshalia Ayu Aghnia (Pekalongan)15. Aida Kurniasih (Banyumas)16. Aisyah Rachma (Surabaya)17. Aji Rahmat Imanudin (Bojonegoro)18. Aji Tanda19. Alanwari (Bogor)20. Alfianingsih (Purbalingga)21. Alimatus Saadiyah (Ngawi)22. Amalia Nurus Syifa (Banyumas)23. Amazona Mega Ramadhanty (Cilacap)24. Amir F. A. (Sumenep)25. Anastasia Sita Wulandari (Gunung Kidul)26. Andi Wijaksono (Purbalingga)27. Andika (Banyumas)28. Andrian Eka Saputra (Boyolali)29. Andy Putra Ramadhan (Semarang)30. Angga Anggriawan (Ciamis)31. Angga Tri Andriyono (Banyumas)32. Anis Ilahy Nafsi (Ngawi)33. Anisa Wulansari (Balikpapan)34. Annas Tunggal (Ngawi)35. Anurul Islami (Banyumas)36. Ardiyah (Banjarnegara)37. Arif Budiman (Lamongan)38. Arifah Hasin Haluqi (Banyumas)39. Arina Sabila Najah (Pasuruan)40. Asmoro Al-fahrabi (Pasuruan)41. Assa Levina (Banyumas)42. Astiwi Safitri (Pinrang, Sulsel)43. Audi Ariaji Harahap (Medan)44. Aulia Nur Fadilah (Banyumas)45. Aulia Qurrotu Aini (Karanganyar)46. Aulia Widyanagara (Bojonegoro)47. Avivatus Sa'diyah (Jember)48. Ayu Ana Widiastutik (Sumenep)49. Ayunda Bilqish Alfiatussyifa (Bojonegoro)50. Badruz Zaman (Sumenep). Bella Fitriana Handayani (Bekasi)52. Bima Sarutobi53. Catur Hari Mukti (Sragen)54. Chaoril Imam (Surakarta)55. Chandra Adhi Susanto (Ngawi)56. Charis (Banyumas)57. Chatarina Dewi Anggraeni (Purworejo)58. Daniswari Anggadewi (Surakarta). Daviatul Umam el-S (Sumenep)60. David Rizaldi (Sragen)61. Dedy Yusuf Evendi (Pasuruan). Della Oktaviani Sorongan (Bekasi)63. Desiya Nailil Muna (Kudus)64. Deva Lili Fiana (Banyumas)65. Devi Anggereni (Purbalingga)66. Dewi Lestari (Kudus)67. Dewi Munfachiroh (Pasuruan)68. Dewi Nafiah (Banyumas)69. Dewi R. (Banyumas)70. Dewi Retno Putri Pradana (Jember)71. Dewi Sulistyowati (Salatiga)72. Dewinta  P. (Banyumas)73. Dhia Asa Imtinan (Pekalongan)74. Diah Pratiwi (Banyumas)75. Dian Ilmi (Pekalongan)76. Dian Novita Arum Sari (Nganjuk)77. Diana Khasna Nisrina (Batang)78. Diantini79. Dika Bhakti (Bojonegoro)80. Dina (Banyumas)81. Dwi Ari Sulistiyani (Banyumas)82. Dwi Ayu Wandirah (Purbalingga)83. Dwi Roro Asih (Banyumas)84. Dwiana Nur Rizki Hanifah (Banyumas)85. Eka Ervina Ari Ardana (Nganjuk)86. Ela Fuji Lestari (Semarang)87. Elis Alvirawati (Sragen)88. Elisabeth Sabrina P.S. (Banyumas)89. Ervina Ruth Priya Sambada (Boyolali)90. Estri Tirta Titis Pinasthi (Ngawi)91. Evadatul Khusnah92. Evi Oktaviani (Banyumas)93. Fahri (Banyumas)94. Faiqotul Himmah (Pasuruan)95. Faiza Ainia (Banyumas)96. Fajar Aji Pamungkas (Banyumas)97. Fathan Dikha Muttaqin (Tulungagung)98. Fatimatul Chabibah (Pasuruan)99. Febri Yani Rustanti100. Filujeng Nur Rochma (Ngawi)101. Firdha Avivia P. K. (Sragen)102. Fitri Kurniawati (Ngawi)103. Fitri Riyanti (Banyumas)104. Fridolfna Nahong (Manggarai, NTT)105. Galuh Prima Sabarina (Banyumas)106. Galuh Rahma (Ngawi)107. Garita Esa M. (Banyumas)108. Gilbertus Luki Targau (Manggarai, NTT)109. Hafid Rois Al Ahsan (Sragen)
110. Hanida Salsabila (Banyumas)111. Hanifah Annuru Masruroh (Nganjuk)112. Hansen Sunaryangga (Brebes)113. Hanu Neda Septian (Banyumas)114. Harrits Rizqi Budiman (Malang)115. Hasna Rosikhatun Nasika (Kediri)116. Helda Kristi Seimahuira (Ambon)117. Hendi Aryo Bastian (Banyumas)118. Heni Puspitasari (Gunung Kidul)119. Hestina PH (Banyumas)120. Hidayah Sumiyani (Tuban)121. Hilmun Al Ghumaydha (Ngawi)122. Husein (Banyumas)123. Ibnu Akthailan (Banyumas)124. Ifa Nur Cahyani (Banyumas)125. Iffah Mahiratun Nisa (Sragen)126. Iin Yulita Sari (Ngawi)127. Ike Silviaranchi (Banyumas)128. Irma Oktiyar Diani (Banyumas)129. Irma Yusianti (Banyumas)130. Ismailia (Pasuruan)131. Ismiyatul Faizah (Ngawi)132. Istiqlal Fauzan Hidayat (Tegal)133. Itsna Agustin Nur R. (Banyumas)134. Izra (Banyumas)135. Jauharie Maulidie (Sumenep)136. Kartika Rahmarani (Banjarnegara). Kartika Rochmawati (Ngawi)138. Khansa Salsabilla A. (Banyuwangi)139. Khollatul Jalilah (Sumenep)
140. Khusnul Ihda Muslikah (Trenggalek)141. Kiki Novitasari (Pasuruan)142. Kuni Zakiyah Rahmadhani (Banyuwangi) 143. Laila Nailu Rahmatika (Ngawi)144. Laila Nur Ainiyah (Nganjuk)145. Laila Nur Azizah (Banyumas)
146. Legita (Banyumas)147. Lina Alfiani (Ciamis)148. Linda Purwanti (Purbalingga)149. Linda Puspita Dewi (Sragen)
150. Lisa Aryati (Banjarnegara)151. Livia Arizka (Banjarnegara)152. Lucky Windya Mawarni (Ngawi)153. Lukiyati Ningsih (Mojokerto)154. Lum'atun Nikmah (Pati)155. Lusi Sukmawati (Pekalongan)156. Luthfiyah Amani (Banyumas)157. M. Ridho Ilahi (Palembang)158. M. Rofil Zainuri (Sumenep)159. M. Sirojuddin (Pasuruan)160. Ma’ruf  Wahyudin (Blora)161. Malik Susanto (Pekalongan)162. Marisa Nurhayati (Magelang)163. Martinus Tundu (Manggarai, NTT)164. Matahari Adi. S. B. (Jombang)165. Maulida Solekhah (Nganjuk)166. Maulina Fikriyah (Pasuruan)167. Mega Fitria Trisnasari (Ngawi)168. Mentari Cesari Pangestika (Purbalingga)169. Mey Nur Hikmah (Banyumas)170. Miftahul Khoiriyah (Nganjuk)171. Minati Dwi Vinasih (Sragen)172. Mirna Nuraisyah (Ciamis)173. Mirnawati (Banyumas)174. Moh. Syarif Muzammil (Sumenep)175. Moh. Yasid (Sumenep)176. Mohammad Ahlisil Haq (Gresik)177. Mohammad Kholili (Sumenep)178. Mufti Aji Panuntun (Banyumas)179. Muhamad Fathan Mubin (Serang)180. Muhammad As’ad (Pasuruan)181. Muhammad Baghiz Arom-rom (Banyumas). Muhammad Habibullah (Pasuruan). Muhammad Hafeedz Amar Rishka (Indramayu)184. Muhammad Irfan Aziz (Pasuruan)
185. Muhammad Juroimi (Pasuruan)186. Muhammad Rifqi Saifudin (Barito Kuala, Kalsel)187. Muhammad Zha’farudin Pudya Wardana (Malang)188. Muliyana Nurjanah (Purbalingga)189. Nabila (Martapura)190. Nabila Bunga Ratu Piara Dicinta (Banyumas)191. Nabila Ramadhani Zain (Banyumas)192. Nahdliyah Furri Utami (Tegal)193. Naila Salsabila (Sragen)194. Nailil (Banyumas)195. Nara Latif (Banjarnegara)196. Nely Rosyalina Agustin (Banyumas)197. Nida Nurunnisa (Ciamis)198. Nisrina Yusha S. (Banyumas)199. Niswatul Badiah (Pasuruan)200. Nita Kamila (Jepara)201. Nofika Rahmayani (Nganjuk)202. Novalia Meta F (Purbalingga)203. Novi Justika Harini (Ngawi)204. Novi Setyowati (Wonosobo)205. Nur Lailatul Rahni (Deli Serdang)206. Nur Laili Indah Sari (Banyumas)207. Nur Silvi Nafsila (Banyumas)208. Nur Widowati (Cirebon)209. Nurfita Dwi Lestari (Jepara)210. Nursandrawali Gosul (Bantaeng, Sulsel)211. Nurul Fajariyana (Banyumas)212. Nurul Fajri Khoirunnisa (Magelang)213. Nurul Hayati (Banyumas)214. Nurul Hidayah (Sragen)215. Nurul Miftah Awaliyah (Banyumas)216. Nurul Rahmawati (Ngawi)217. Pandi Zakaria (Brebes)218. Penti Aprianti (Ciamis)219. Pradiana Setianingrum (Semarang)220. Puri  Elviana (Bandung)221. Putri Ageng Pinareng222. Putri Agus Yuli Yanti (Nganjuk)223. Putri Dikha Syahirah (Tulungagung)224. Putri Handika (Banyumas)225. Putri Kartika Sari (Kediri)226. Qistia Ummah Khasanah (Tuban)227. Rahma Mamlu’atul Maula (Kediri)228. Rahmawatun S. (Sukoharjo)229. Ratna Ulfa Artati (Pekalongan)230. Recha Melia (Purworejo)231. Restu Ade Kurniawan (Pati)232. Reza Siskana Lia (Jepara)233. Reza Sulkhaerah A. Semmagga (Barru)234. Ririn D. U.235. Rischa Setyaningrum (Ngawi)236. Riski Mei Yana Suci (Purbalingga)237. Risqiana Imarotul Ainiyah (Nganjuk)238. Rizka Melyana (Purbalingga)239. Rizka Novita Wardani (Ngawi)240. Rizki Dwi Utami (Bogor)241. Robi Husnimubaroq (Sumedang)242. Robiyatun (Sragen)243. Roro Ajeng Olga Dewi Wulan (Ngawi)244. Rosyidatul Auliya (Pasuruan)245. Sari Nurfatwa Hakim (Ciamis)246. Satrio Dwi Sanjaya (Malang)247. Sausan Syah Muz’shofiyya (Nganjuk)248. Septi Tri R. (Banyumas)249. Shella (Jepara)250. Shielvia (Banyumas)251. Sigit Nur Pratama (Banyumas)252. Silvy Damayanti (Ciamis)253. Sindi Violinda (Medan). Siti Mazroatul H. (Rembang)255. Siti Nailah (Sumenep)256. Siti Nur Afifah (Ngawi)257. Sonya Novisca Wijaya (Palembang)258. Sri Bulan Cahya Hartati Ningsih (Kediri)259. Suci Triana Putri (Bantaeng, Sulsel). Sucirahmawati (Banyumas)261. Sufyan Tsauri (Sumenep)262. Sugiati Surya Dewi (Pasuruan)263. Sukma Ningrum Dian Anggraeni (Purworejo)264. Sulaiman Alfian (Pasuruan)265. Syaiful Azhar (Sragen)266. Syaiful Bachri (Sumenep)267. Syifa Mutiara Salsabila (Banyumas)268. Tarisa Fika Rahayu (Banyumas)269. Taufik Ardiansyah (Ciamis)270. Thania (Salatiga)271. Titin Trianti (Bojonegoro)272. Tri Widya Putri Lestari (Purbalingga)273. Ulfah Nurul Hidayah (Banyumas)274. Umi Nafisah (Banjarnegara)275. Ummamul Fatina (Ngawi). Uuli Kufita Imtikhana (Kudus)277. Vivi Yantri Halimatus Sa'diyah (Banyumas)278. Wahyu Tri S (Ngawi)279. Wida Marliana (Banjarnegara)280. Widad T. A. (Banyumas)281. Winda Nursita (Banyumas)282. Windani Afni Nurlaeli (Banyumas)283. Wisma Nantha (Purworejo)284. Wiwit Prihatini (Banyumas)285. Yuli Setiawati (Jakarta Timur)286. Yunisma Sulala (Banyuwangi)287. YunitaLuthfiani (Kudus)288. Yusrina Nur (Pekalongan)289. Yutik Ayatun Khasanah (Sragen)290. Yutri Linoku Liyu (Bandung)291. Zain Rochmatiningsih (Tulungagung)
Rujukan :1. "Sastrawan Angkatan 2000". Korrie Layun Rampan Gramedia Jakarta2000;2. Antologi PMK jilis 1, 2a, 2b , Karya Pelajar Forum Sastra Surakarta. 2013/2014.